Klepon, Gethuk Lindri, dan Kesaktian Bandung Bondowoso
Grujugan
Duwur Sumbermiri di Kecamatan Lengkong, Nganjuk
Oleh:
Devy Mariyatul Ystykomah*
Nganjuk merupakan kabupaten yang kaya dengan pesona alamnya.
Pesona dapat dinikmati dari ujung selatan hingga ujung utara. Salah satunya
Grujugan Duwur Sumbermiri yang terletak di Desa Sumbermiri, Kecamatan Lengkong.
Tempat ini berupa wahana air alami yang menawarkan panorama khas pegunungan
Kota Angin.
Dalam menempuh perjalanan ke Grujugan Duwur Sumbermiri, pengunjung
dapat menikmati pemandangan nan menghijau di sepanjang jalan. Meski dalam
perjalanan tersebut pengunjung akan sedikit mengalami kesulitan.
Setelah Pasar Sawahan, Kecamatan Lengkong, jalan mulai
bergelombang. Kondisi jalan rusak. Aspal tak lagi mulus. Justru batu- batuan
yang terlihat menonjol. Semakin ke barat, perjalanan semakin sulit. Selain
rusak, jalan juga semakin terjal dan berkelok. Namun perjalanan tetap
menyenangkan. Karena di sepanjang perjalanan itu dipayungi tumbuh-tumbuhan nan
asri.
Di sebelah barat jalan, pengunjung dapat melihat keindahan
pegunungan Ngluyu. Pegunungan ini nampak menghijau seperti gundukan klepon jawa
yang besar dan berjajar. Hal itu juga terlihat di sisi timur jalan yang
termasuk wilayah Lengkong.
Panorama ini, terlihat di sepanjang jalan menuju kawasan Desa
Sumbermiri, yang berjarak sekitar 8 kilometer dari desa terakhir. Perjalanan yang
cukup jauh ini memerlukan persiapan. Sebelum memasuki wilayah hutan, lebih baik
mengisi tangki kendaraan. Karena dalam perjalanan ini tak ada orang yang
berjualan BBM eceran. Sehingga jika tangki kosong, akan menyulitkan pengunjung
sendiri.
Sesampai di Desa Sumbermiri, akan terlihat area perkampungan
yang ramah. Deretan rumah kayu menambah kesan bahwa desa ini merupakan desa yang
cukup pelosok. Banyak ibu-ibu menggendong kayu, anak-anak bermain di depan
rumah, sejumlah pemuda nongkrong di warung kecil di pojok kampung.
Tak jauh dari desa inilah, kawasan wisata alam Grujugan Duwur berlokasi.
Tepatnya di sebelah timur desa. Sebelum memasuki area Grujugan Duwur
Sumbermiri, ada papan yang menunjukan tempat wisata itu. Papan tersebut
bertuliskan “Grujugan Duwur Sumbermiri – Waterboom Alami”.
Masuk ke area ini, pengunjung harus berjalan ke bawah,
menuruni bukit. Akses jalan turun tersebut
berupa anak tangga dari semen. Dengan kecuraman sekitar 45 derajat. Melewati
anak tangga ini, pengunjung harus berhati-hati. Jalan yang menurun ini licin,
karena bersahabatnya lumut dengan semen.
Jika pengunjung lelah di tengah perjalanan yang menurun ini,
pengunjung dapat beristirahat di gazebo yang disediakan. Di sana terlihat dua
gazebo atau tempat istirahat yang berpayung pastel. Sayangnya, tidak ada
penjual minuman dan makanan di sekitar gazebo tersebut. Jadi, sebelum berangkat
pengunjung juga harus menyiapkan bekal air maupun makanan kecil yang cukup.
Setelah melewati gazebo ini, terdengar gemericik air yang
semakin menimbulkan rasa penasaran. Semakin lama, suara gemericik terdengar semakin dekat. Suara itu
makin keras dan jelas, ketika menapak anak tangga terakhir.
Lelah pun terbayarkan. Terpampang nyata keindahan alam
Sumbermiri. Pepohonan rindang yang menyapa mesra bersama sejuknya hembusan
bayu. Dedaunan melambai-lambai, capung beterbangan, serta keindahan batu
sedimen bertekstur dan berwarna seperti gethuk
lindri. Bressssh.... air sungai
pun mengalir deras lantas terjun seiring tekstur batu yang bergelombang. Airnya
jernih, ada pula cekungan hijau seperti mangkuk alam yang berada di bawah grujugan air. Keindahan alam ibarat
tetesan surga menambah artistik tempat tersebut.
Itulah Grujugan Duwur, wisata alam Nganjuk yang kini sepi
pengunjung. “Saiki gak koyok disek, Mbak.
Dulu, pengunjungnya banyak. Rata-rata anak muda yang datang ke sini. Jumlahnya
per hari rata-rata 150 motor,” ujar Suryadi selaku Kepala Desa Sumbermiri saat
ditemui di rumahnya siang itu.
Grujugan Duwur ini, sekarang memang sepi. Tak banyak
pengunjung yang berada di sana. Terutama di hari-hari kerja. Padahal wisata ini
menawarkan keheningan yang jauh dari hiruk-pikuk kota. Khas pedesaan, khas alam
pegunungan.
Selain menawarkan pesona alam yang memikat, Grujugan Duwur
Sumbermiri juga memiliki cerita mistis. Suryadi mengatakan, kawasan ini ada
hubungannya dengan cerita Bandung Bondowoso. Seorang raja yang pernah menyukai
Roro Jonggrang, ratu yang cantik jelita. Dari kesaktiannya, Bandung-lah yang
membuat candi berjumlah seribu dalam waktu semalam, demi mendapatkan hati sang
ratu. Candi itulah yang kini disebut komplek Candi Prambanan. Kesaktian luar
biasa dari Bandung itulah yang kabarnya dipendam di salah satu cekungan yang
mirip dengan mangkuk itu. “Konon katanya, kesaktian Bandung Bondowoso dipendem di area itu,” ujarnya.
Sepinya tempat ini, disesalkan oleh warga sekitar, termasuk
Suryadi. Ketika ramai, Suryadi mengatakan Grujugan Duwur Sumbermiri banyak
memberi dampak positif bagi warga. Ada yang menjadi tukang parkir, ada yang
berjualan di sekitar jalan menuju lokasi itu. “Setelah ada anak meninggal
karena terpeleset di sana, pengunjung mulai menyusut,” kata laki-laki berumur
33 tahun tersebut.
Suryadi berharap, Grujugan Duwur Sumbermiri bisa ramai
kembali. Karena tempat ini merupakan salah satu gantungan ekonomi warga yang
mayoritas mencari rencek kayu sebagai
penyembung hidup. “Kalau ramai lagi, warga tentu memiliki sumber pencaharian
lain. Mereka bisa lebih sejahtera,” ungkapnya dengan penuh harap. (*)
15032015

Komentar
Posting Komentar